Li-Po Battery

Pengetahuan dasar mengenai Li-Po Lithium Polymer

Pengembangan lebih lanjut dari Li-Ion Lithium Ion baterai ini mempunya karakteristik tegangan minimum 3.7Volt dan tegangan maksimum 4.2Volt.
Baterai ini mempunyai lifetime yang lebih buruk dibanding dengan baterai Li-Ion namun memiliki keunggulan lebih banyak jika dibandingkan Li-Ion Batterai, diantaranya :

Kkapasitasnya yang lebih besar dengan berat yang jauh lebih ringan dan mampu menghasilkan arus tinggi atau di kenal dengan burst current (C) yang tertera di label pada sel baterainya

Dimensi daripada baterai Li-Po bisa disesuaikan atau dibuat sesuai dengan kebutuhan pemakaian. tidak seperti baterai Li-Ion yang umumnya berbentuk tabung..

😀

Lalu apa hubungan kapasitas, jumlah sel dan burst?
Coba ambil contoh baterai lipo dengan tertera seperti ini

7.4V 2S 4000mAh 30C

2S = 2 sel, 3.7 + 3.7= 7.4Volt

4000 mAh = 4000/1000 = 4 Ah

30C = 30 x 4 = 120Ah

Artinya, baterai tersebut terdiri dari 2 buah cell baterai yang masing” selnya berkapasitas 4000mAh dengan burst current 30C dan terhubung seri.

Untuk perhitungannya seperti diatas, 4000mAh(mili Ampere hour) untuk dirubah menjadi Ampere hour maka dibagi dengan konstanta 1000.

😀

Lalu apa itu burst current, burst current adalah kemampuan dari setiap cell baterai mengeluarkan tenaga maksimumnya, jadi apabila tertera 30C maka nilai burst currentnya adalah 30 dikalikan dengan kapasitas baterai dalam satuan Ampere hour, dengan contoh diatas baterai itu memiliki burst current sebesar 120Ah. Burst current ini umumnya hanya mampu dilakukan oleh baterai selama 10-15 detik.

😀

Kenapa baterai bisa gembung/puffed/bunting dll istilahnya, gembung itu dihasilkan oleh reaksi kimia pada elektrolit polymer didalam sel baterai, biasanya ini terjadi pada saat baterai disiksa atau dipakai dengan over, dan dicharge dengan arus yang tinggi.. Sehingga reaksi kimia tersebut menghasilkan panas di sel dan membuat gas di dalam sel yang akhirnya sel baterai tersebut memuai ukurannya makanya menggelembung/puffed/bunting.

😀

Lalu bagaimana cara menggunakan baterai lipo yang baik:

1. charge lipo dengan baik dan benar, baterai lipo mampu menerima charge sebesar 2x kapasitasnya, dengan resiko terburuk adalah meleduk.. dan ini sangat berbahaya.. bisa bakar rumah sih konon katanya.. bagi yang punya charger digital, lebih baik mencharge baterai dengan arus sebesar 0.5C atau setengah dari kapasitas baterainya, sebagai contoh tertera 4000mAh maka set di charger sebesar 2000mAh, jika terdesak dengan waktu bisa mencharge baterai dengan 1C yaitu sebesar 4000mAh, kalau bisa tidak melebihi 1C, resiko baterai gendut dan meledak sangat tinggi

2. pergunakanlah lipo dengan baik, maksudnya jangan menggunakan lipo sampai under voltage, hal ini akan membuat sel lipo rusak bahkan mati.. ini bisa dikonfigurasikan pada ESC atau cara mudahnya gunakan lipo monitor buzzer.

3. setelah mempergunakan lipo, untuk menyimpan.. kalau bisa di tempat yang kering, suhunya stabil tidak lembab dan tidak terkena matahari, dan jangan lupa, pada saat storage, baterai Li-Po sebisa mungkin di charge sampai 30% dari full atau sekitar 7.6-7.8 Volt untuk baterai Li-Po 2cell

4. kalau baterai tidak jadi dipakai sebisa mungkin lakukan discharge.. karena kalau Li-Po disimpan dalam keadaan penuh, akan terjadi reaksi kimia di dalam sel dan mengakibatkan cell gembung/puffed bahkan mati.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: