Asosiasi Robotika Indonesia didirikan

Para pecinta robotika, akademisi, peneliti, dan prataksi yang hobi dengan robot, hari ini mendeklarasikan bersama pembentukan Asosiasi Robotika Indonesia (ARI), dengan Ketua Umum Wahidin Wahab.

Tujuan pendeklarasian ARI ini, kata Wahidin, untuk menampung pemikiran, saran dan aspirasi, serta potensi anggota, dan berperan aktif menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, dan bekerja sama dengan kementerian terkait.

“Dengan adanya badan ARI ini, diharapkan terjadi pemerataan teknologi, sehingga mampu mempercepat peningkatan SDM Indonesia yang unggul dan lebih siap, khususnya dalam mengembangkan teknologi robotika untuk kemajuan bangsa,” kata Wahidin, usai pembentukan pengurusan dan anggota ARI hari ini di Rumah Robot, Thamrin City Jakarta.

Wahidin menuturkan program kerja ARI dalam waktu dekat a.l. menggalang kerja sama riset dengan instansi, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri. Selain itu, menggalang kerja sama dengan berbagai pihak dan distributor kita robotika untuk mengadakan pelatihan, dengan memanfaatkan fasilitas dari rumah robot (World Robotic Explorer).

“Kami juga akan mempromosikan hasil riset  anak bangsa agar dikenal secara luas. Dan mendukung program kompetisi robotika secara nasional dan internasional,” ujarnya.

Sementara itu S. Milton Pakpahan, Anggota Komisi VII DPR RI, menyambut gembira terbentuknya badan ARI ini. “ini suatu kesempatan untuk melangkah ke depan. Ini jadi wahana bagi masyarakat untuk maju. Saya dan teman di Komisi VII yang membidangi riset dan teknologi, mendukung terbentuknya ARI dan wadah Rumah Robot ini,” ujarnya.

Menurut Milton, wahana ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Dia berjanji akan mendesak pemerintah untuk ikut memikirkan perkembangan robotika di negeri ini. “Selama ini kita hanya sebagai konsumen, tanpa memikirkan untuk membuatnya sendiri. Kita harus berubah jadi kreativator di bidang teknologi, membuat sendiri, terutama robotik,” lanjutnya.

Wahana ini, katanya, bisa sebagai wahana berkreasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Kegiatan ini mudah-mudahan bisa berkembang ke kota-kota lainnya,” ujarnya.

 

Sumber

 




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: