Bila robot masuk rumah tangga

Buat kita teknologi robot mungkin masih terasa sebagai bagian dari cerita fiksi ilmiah. Namun di banyak bagian dunia (termasuk di Indonesia sendiri), robot adalah teknologi yang sudah tidak asing lagi dan aktif dikembangkan.

Robot yang dimaksud di sini tidak selalu berupa mesin humanoid (menyerupai manusia), tetapi lebih didefinisikan sebagai mesin cerdas elektromekanis.

Sebutan “mesin cerdas”  sudah sering ditemukan pada peranti elektronika yang ditemukan sehari-hari. Biasanya ini berarti komputer, ponsel pintar, atau peranti lainnya yang memiliki kemampuan komputasi dan pengolahan data. Dalam hal ini robot tidak berbeda jauh dengan peranti cerdas lainnya, karena sama-sama punya “otak” dan dapat diprogram.

Keunikan terpenting dari robot adalah adanya tambahan alat-alat elektromekanis seperti lengan dan roda, yang membuatnya mampu melakukan tugas tambahan yang tidak dapat dilakukan oleh mesin-mesin cerdas lain.

Bila dibandingkan dengan makhluk hidup, ponsel pintar memiliki otak mata, telinga dan mulut, tapi tidak punya lengan dan kaki. Robot memiliki semuanya.

Karena kepopuleran cerita-cerita fiksi ilmiah, robot yang menarik perhatian khalayak ramai biasanya adalah robot humanoid. Jepang sudah membuat beberapa model seperti ini. Yang paling terkenal mungkin adalah Asimo, yang diperkenalkan  tahun 2000 lalu oleh Honda.

Rancangan robot seperti ini meniru manusia: robot memiliki tidak hanya lengan dan kaki, tetapi juga kepala.

Robot juga dapat dirancang agar menyerupai makhluk lain, seperti anjing, kucing atau bahkan dinosaurus. Robot seperti ini biasanya lebih ditujukan sebagai pengganti binatang peliharaan (robotic pet). Contoh robot seperti ini adalah Aibo yang diproduksi Sony dan dirilis pertama kali tahun 1999. Karena dimaksudkan sebagai peliharaan, robot ini diprogram untuk mensimulasikan proses pertumbuhan dari “masa kecil” sampai “dewasa”.

Secara umum rancangan yang meniru makhluk hidup  bukanlah keharusan ketika merancang robot. Banyak robot hanya memiliki lengan saja misalnya. Contoh robot seperti ini adalah robot industri (industrial robot), yang bisa ditemukan di pabrik-pabrik.

Kecerdasan robot ini mungkin terkesan sekadarnya: robot ini dapat diajarkan untuk melakukan gerakan-gerakan (biasanya yang diperlukan dalam dalam proses manufaktur), dan dapat diprogram. Dalam hal ini robot berfungsi menggantikan lengan manusia.

Beberapa jenis robot lain sama sekali tidak meniru organ makhluk hidup. Contohnya adalah  mobil yang dapat mengendalikan diri sendiri seperti yang sedang diuji coba oleh Google. Mobil ini tentu saja tidak mirip dengan makhluk hidup mana pun, tapi memiliki karakteristik yang sama dengan robot-robot lainnya: memiliki kecerdasan dan perangkat elektromekanis.

Robot yang tidak menyerupai makhluk hidup ini mungkin malah lebih praktis dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah Roomba, robot penyedot debu (vacuum cleaner) yang diperkenalkan oleh iRobot pada tahun 2002.

Robot penyedot debu ini dapat membersihkan ruangan secara otomatis hanya dengan bimbingan minimal (atau tanpa perintah sama sekali). Roomba dilengkapi dengan roda untuk bergerak dan sensor inframerah untuk mendeteksi penghalang.

Meskipun dalam bentuk sederhana robot sudah dibikin sebagai produk rumahan, sampai sekarang kita belum menggunakan robot secara meluas.

Selain “kecerdasan” masalah lain yang menghalangi kepopuleran robot seperti ini mungkin harganya. Sebagai contoh Asimo dijual seharga US$1 juta, sedangkan Aibo dihargai US$2.000, harga yang masih terlalu mahal untuk teknologi yang masih belum jelas gunanya.

Robot rumah tangga yang lebih praktis seperti Roomba berharga jauh lebih murah (US$200-US$600, tergantung model). Namun tentu saja lebih murah untuk membeli penyedot debu yang “bodoh”. Buat penggemar robot, cara yang lebih murah untuk memiliki robot di rumah mungkin membeli mainan seperti Lego Mindstorm, yang memungkinkan pemiiliknya merakit dan memprogram robot.

Pendekatan yang lebih menarik dilakukan oleh Romotive, yaitu memanfaatkan ponsel pintar seperti iPhone atau  ponsel Android sebagai otak robot sederhana. Demo dari konsep ini dapat dilihat di situs resminya (http://romotive.com).

Karena robot seperti ini rencananya akan dijual seharga US$ 25-30 (tanpa ponsel pintar), robot seperti ini akan jauh lebih terjangkau untuk para pehobi. Pendekatan seperti ini juga akan menarik perhatian komunitas pengguna ponsel pintar yang jumlahnya besar untuk menekuni robotika. (MSU)

 

Sumber :

http://bisnis-jabar.com/index.php/2011/11/bila-robot-masuk-rumah-tangga/




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: