Robot Ikan Mengurangi Polusi

 

Salah satu elemen terpenting yang sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup yang ada di bumi adalah air. Air mempunyai peran penting bagi kelangsungan hidup dan kita pun patut untuk menjaganya dari ancaman polusi zat berbahaya dan mematikan.

 

Dengan semakin tercemarnya perairan di muka bumi maka dibuatlah sebuah robot ikan untuk mendeteksi polusi.  Pembuatan robot berbentuk ikan ini menghabiskan dana 20.000 poundsterling atau Rp 319 juta per satuannya.

 

Gerakannya seperti ikan asli dan dilengkapi dengan sensor kimiawi untuk mendeteksi sampah polusi berbahaya, seperti bocoran kapal atau pipa bawah tanah. Ikan-ikan robotik ini akan mengirimkan informasi yang dicerapnya ke daratan dengan menggunakan teknologi Wi-Fi.

 

Tidak seperti ikan robot sebelumnya yang memerlukan tombol pengendali, ikan-ikan robot generasi baru ini secara independen akan mampu melacak polusi tanpa berinteraksi dengan manusia.

 

Rory Doyle, ilmuwan peneliti senior pada perusahaan perekayasa BMT Group, yang mengembangkan ikan robot tersebut bersama dengan para peneliti dari Universitas Essex mengatakan, ada banyak alasan mengapa mereka lebih tertarik membuat robot berbentuk ikan itu ketimbang mengembangkan kapal selam konvensional.

 

“Dengan ikan robot, kami tengah mengembangkan satu desain yang diciptakan oleh proses evolusi berusia ratusan juta tahun dengan energi yang sangat efisien,” katanya agak bercanda. “Efisiensi ini adalah hal yang kami perlukan untuk menjamin bahwa sensor deteksi polusi kami bisa menjejak lingkungan bawah air selama berjam-jam.”

 

Kini Spanyol menggunakan robot-robot untuk mengurangi polusi di kawasan pelabuhan Gijon di kawasan utara negara itu. Robot-robot ini digunakan untuk mencari tahu apakah ada kontaminasi di perairan laut dangkal ini.

 

“Kami ingin melakukan pengawasan polusi sehingga bila ada seseorang yang membuang bahan kimia atau ada sesuatu yang bocor, kami dapat mengetahuinya segera,” kata Luke Speller, ilmuwan pada divisi penelitian BMT Group, konsultan teknologi, dikutip dari bbc.co.uk.

 

Perusahaan ini adalah bagian dari konsorsium Shoal, kelompok yang didanai Komisi Eropa yang sebelumnya telah mengembangkan robot bawah laut. “Pada saat ini, di pelabuhan-pelabuhan, robot ini digunakan untuk mengambil sampel sekali sebulan,” kata Speller.

 

Robot yang disebut Ikan, dengan panjang sekitar 1,5m itu, dibuat sedemikian rupa dengan gerakan menyerupai ikan. Ian Dukes dari Universitas Essex, ilmuwan lain dalam konsorsium itu, mengatakan inspirasi membuat robot ini muncul dari alam.

 

Ia mengatakan, “Selama jutaan tahun, ikan berevolusi dengan bentuk hidrodinamis, dan kami mencoba menirunya dengan robot ini”. “Robot-robot ini berenang seperti layaknya ikan, dan dapat berubah arah secara cepat, bahkan di laut dangkal sekalipun.”

 

Polusi air merupakan bisnis yang mahal. Departemen Lingkungan dan daerah Pedesaan (Defra) Inggris memperkirakan di Inggris dan Wales saja, biaya untuk menangani polusi air mencapai £1,3 miliar per tahun.


Robot ikan ini harga per unit sekitar £20.000 (Rp280 juta). Namun Luke Speller mengatakan biaya pembuatan ini akan berkurang bila semakin banyak robot ikan yang diproduksi. Hal tersebut dilakukan untuk memulihkan kembali keadaan perairan di bumi ini yang rusak juga karena akibat manusia itu sendiri.

 

Sumber : 
http://www.oktomagazine.com/oktonews/daily_news/2917/robot.ikan.mengurangi.polusi 




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: