Robot Pemotong Ayam

 

Saat ini, robot sudah dipakai untuk menerbangkan pesawat di medan perang, sampai membantu dokter melakukan operasi bedah. Tapi untuk memotong ayam? Gary McMurray, peneliti Georgia Institute of Technology, menghabiskan delapan tahun untuk membuat robot yang bisa melakukannya.

Pemotongan daging dada ayam dari satu ayam utuh mungkin terkesan sederhana. Tapi aktivitas itu memerlukan koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan otak menaksir tebal irisan secara refleks, kata McMurray. Kedua hal itu sulit ditiru pada robot.

Sebuah robot yang bisa memotong daging ayam dengan tepat bisa menghemat jutaan dolar, kata para pakar industri peternakan unggas. Pengiritan itu datang dari biaya tenaga kerja serta peningkatan jumlah daging yang bisa diolah.

Tapi pembuatan robot itu sama sekali tak mudah. “Setiap ekor ayam itu berbeda,” kata McMurray, pemimpin divisi teknologi pengolahan pangan di Georgia Tech Research Institute.

Kini McMurray dan timnya siap menguji sebuah prototipe robot yang bisa memotong daging ayam dari ayam utuh. Hasil karya mereka itu dipersenjatai dengan lengan robot dan pisau bedah. Robotnya dipandu oleh sistem pengolah gambar tiga dimensi, yang bisa menentukan ukuran setiap ekor ayam dalam sekejap. Sistem itu juga mampu mengukur dengan pasti ketebalan kulit, daging, dan tulang, ujar McMurray.

Industri unggas Amerika tampaknya mulai meneteskan air liur. Konsumsi daging ayam AS per kapita memang meningkat, dari 18,3 kilogram per tahun pada 1970 ke 37,9 kilogram pada 2010.

“Pasti akan mengubah medan permainan,” kata John Wright, wakil presiden operasional Fieldale Farms di Georgia.

Beberapa pihak lain merasa cemas. Pekerja industri unggas khawatir akan kehilangan pekerjaan. Restoran juga tidak mau ada serpihan tulang di daging ayam hasil potongan robot.
Georgia Tech Research Institute
Gary McMurray mendemonstrasikan robot pemotong ayam di labnya.
Mesin pemotong ayam otomatis memang sudah dipakai oleh beberapa pabrik pengolah daging ayam. Tak seperti robot, mesin-mesin ini tak bisa beradaptasi dengan beragam bentuk dan ukuran ayam.

Meyn Food Processing Technology (Belanda) adalah produsen mesin pengolah ayam otomatis terbesar dunia. Tapi, “sebagus apapun alat kami, kami masih belum bisa mengimbangi bagaimana manusia bisa memotong daging ayam sampai tulangnya bersih,” kata Shannon Heath, jubir Meyn di Amerika.

McMurray merasa optimistis akan robot buatannya. Saat ia menghadiri pameran industri, ia selalu dihampiri oleh orang-orang perusahaan pengolahan daging yang bertanya tentang perkembangan terbaru robotnya.

Proses pembuatan robot ini tak selalu berlangsung mulus. Beberapa prototipe robot terlalu jauh memotong daging, sehingga serpihan tulang masuk ke daging ayam. Prototipe lain malah menyisakan daging lumayan banyak di tulang.

Para peneliti itu telah mencoba berbagai cara untuk memahami proses pemotongan daging dan anatomi ayam. Mereka melengkapi pekerja pabrik pengolahan dengan alat khusus yang merekam bagaimana para pekerja memotong ayam. Mereka bahkan melakukan MRI scan untuk ayam di rumah sakit setempat.

“Kita belum sepenuhnya memahami ilmu pengetahuan di balik pemotongan daging,” kata McMurray. “Di sinilah kita mengapresiasi apa yang bisa dilakukan manusia.”

 

Sumber :

http://realtime.wsj.com/indonesia/2012/06/05/robot-pemotong-ayam/

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: